Istilah Pupuk organik dan Pembuatannya


Kuliah Istilah aneh..... dalam pupuk
Indigenous Microorganisme atau Bakteri Indigen (IMO), merupakan makhluk renik yang terdapat dan telah hidup di suatu wilayah selama beberapa waktu. IMO sangat berguna bagi pertanian karena sangat kuat dan efektif.
MOL (Mikroorganisme) Lokal adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau sebagai dekomposer dan sebagai aktivator/ atau tambahan Nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.
Lactic Acid Bacteria (LAB) dan Bifido adalah probiotik adalah mikroorganisme hidup dianggap sehat bagi organisme tuan rumah. Menurut definisi saat ini diadopsi oleh FAO / WHO, probiotik adalah: "mikroorganisme Live yang bila diberikan dalam jumlah yang cukup memberikan manfaat kesehatan pada host".
Efektif Migroorganisme (EM), merupakan kultur campuran berbagai jenis mikroorganisme yang bermanfaat (bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, ragi, aktinomisetes dan jamur peragian) yang dapat dimanfaatkan sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman mikrobia tanah. Pemanfaatan EM dapat memperbaiki kesuburan dan produktivitas tanah yang selanjutnya memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman.
mikro organisme sellulotik (MOS) digunakan untuk mempercepat proses pengomposan. Mekanisme perombakan sellulosa oleh berbagai mikroorganisme tergantung pada keadaan organisme dan kondisi bahan yang dikompos.
Zat Perangsang Tumbuh (ZPT), adalah bahan kimia yang dapat memberi pengaruh menghentikan, mempercepat atau merubah proses pertumbuhan tanaman.
Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan yang sebenarnya yang ada di sekitar kita.
Hormon tumbuhan, atau fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan[1]. "Kadar kecil" yang dimaksud berada pada kisaran satu milimol per liter sampai satu mikromol per liter.
Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi.
Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen. pupuk an-aerob tidak melibatkan oksigen.
Pupuk organik cair (POC) dan Pupuk organik Padat (POP)
Fermented Fruit Juice (FFJ) Yaitu kegiatan fermentasi buah untuk diambil ekstrak enzim, vitamin yang akan diterapkan dan diberikan kedalam tanaman dan hewan. Kekuatan enzim yang berasal dari buah yang digunakan untuk revitalisasi tidak hanya untuk tanaman dan hewan namun untuk manusia.
Fermented Plant Juice, Fermentasi sari tanaman (FPJ) adalah ekstrak fermentasi enzim dan klorofil. Gula merah digunakan untuk mengekstrak esensi melalui tekanan osmotik. Oleh karena itu, FPJ adalah larutan enzim yang kaya penuh bakteri.
Oriental Herbal Nutrien, OHN merupakan faktor penting dalam pertanian alami. OHN dibuat dari tanaman-tanaman yang populer bisa mengobati (herbal medicine) seperti akar manis, kayu manis, bawang putih, jahe dll yang difermentasi, bukan direbus, untuk membantu pertumbuhan tanaman.
Fish Amino Acid, Asam amino ikan merupakan cairan yang dibuat dari limbah ikan yang mengandung banyak nutrisi dan berbagai asam amino. FAA bisa diserap langsung oleh tanaman dan merangsang aktifitas mikroorganisme.
Jihan Nur Shadrina

Jihan Nur Shadrina

Blog ini di buat, copas dari beberapa sumber website muslim. Sekaligus saya belajar dan membaca dari hasil copas artikel, agar saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan lingkungan di sekitar, Semoga saya di jadikan WANITA MUSLIMAH yang bermanfaat. Aamiin.

Post A Comment:

0 comments: