Enam model aquaponik untuk lahan sempit - Semakin sulit dan mahalnya tanah terutama didaerah perkotaan, bagi anda yang hobi budidaya tanaman dan budidaya ikan, Aquaponik merupakan salah satu alternatif untuk menyalurkan hobi anda. Untuk tanaman bisa anda tanam cabai, kangkung, selada dan lain-lain seperti halnya sistem hidroponik bisa dengan sistem vertikultur, parit, model pot ataupun talang air. Sedangkan untuk bagian bawahnya anda bisa budidayakan ikan misalnya ikan lele, ikan mas dan lain-lain. Jadi banyak motif atau sistem yang bisa anda terapkan dalam budidaya sistem aquaponik dan bisa anda kreasikan sendiri sehingga disamping menghasilkan saat panen nanti, segi estitaknya pun ada.

Metode sistem akuaponik/ aquaponik
Adapun sistem akuaponik terbagi menjadi empat, yakni aliran atas, aliran bawah, pasang surut, dan rakit apung. Menurut master Aquatic bioscience alumnus Kochi University, Jepang, itu calon petani dapat memilih sistem dan model sesuai kebutuhan, luas lahan yang tersedia, atau ketersediaan dana. Ia mencontohkan untuk rumah tangga, misalnya, bisa memilih sistem aliran atas dengan kolam bak berbahan terpal yang mudah dibongkar-pasang.

Dari beberapa model itu pakar aquaponik menyarankan untuk menggunakan sistem pasang surut. Sebab, “Sistem pasang surut itu tidak mudah tersumbat,” ujar alumnus Fakultas Biologi Universitas Nasional itu. Dengan memilih teknik akuaponik yang tepat, hasil maksimal pun didapat.
Enam model akuaponik untuk lahan sempit

Berikut ini model-model sistem akuaponik yang bisa anda terapkan dilahan sempit anda dan bisa anda kreasikan sendiri baik budidaya tanamannya sehingga disamping menyalurkan hobi bisa juga untuk menjadi penghias pekarangan rumah anda.

Model aquaponik tunggal DFT
Model aquaponik tunggal DFT
Cara kerja model aquaponik tunggal DFT ini adalah air mengalir dari kolam terpal menuju ke pipa tanam sayuran yang mana ketinggian air di dalam pipa 4-5 cm. Kemudian air kembali mengalir ke kolam terpal. Untuk ukuran dimensinya adalah 1 meter x 5 meter yang mana bisa menampung ikan kurang lebih 2500 ekor dan 200 lubang tanam. Perkiraan biaya pembuatan model aquaponik ini dikisaran Rp. 3 juta – 4 juta dengan masa ekonomis 3 tahun.

Model aquaponik aliran atas
 
Model aquaponik aliran atas
Model ini merupakan rancangan dari balai penelitian dan pengembangan budidaya air tawar. Adapun sistem kerja aliran atas ini yaitu air dari kolam dialirkan ke pipa yang terhubung di setiap pot. Pipia berdiameter 0,5 inci yang diletakkan di atas pot tanaman. Air akan mengucur dari pipa yang dilubangi. Pengucuran dilakukan secara terus menerus selama minimal delapan jam. Air yang mengalir dari lubang pipa akan langsung keluar menuju bak penampungan. Model aquaponik aliran atas ini berdiameter 3 m yang dapat menampung 4000 ekor ikan dengan 27 lubang tanam. Kolam terbuat dari kolam beton dengan biaya Rp. 6 juta sampai 7 juta sedangkan yang tebuat dari terpal biaya model aliran atas ini kurang dari Rp. 3 jutaan. Untuk umur pakai kolam beton 10 tahun sedangkan kolam terpal 1 tahun.

Model aquaponik pasang surut

Model aquaponik pasang surut
Cara kerja model aquaponik pasang surut ini yaitu air dari kolam dialirkan ke bak penampung di bibir kolam. Melalui pipa yang terhubung dengan pot tanaman, air dialirkan dari bawah sampai media tanam terendam. La,a pengaliran 5 menit. Setelah 5 menit, air surut lalu mengalir melalui pipa ke bak pembuangan ke kolam ikan.
Dalam pembuata model pasang surut ini mempunyai ukuran dengan diameter 2 m x 4 m dengan populasi ikan di kolam sebanyak 4000 ekor dan 26 pot tanaman dengan kisaran biaya pembuatan Rp. 6 juta – 7 juta dengan umur pakai 10 tahun.

Model aquaponik kolam bertingkat

 Model aquaponik kolam bertingkat

Cara kerja aquaponik bertingkat ini yaitu air mengalir dari kolam terbawah menuju ke rak sayuran teratas. Air menggenai pipa sedalam 4-5 cm. Kemudian, air mengalir ke kolam terpal di tengah. Air dialirkan ke setiap pot di sekeliling kolam. Satu lubang air di setiap pot. Air kembali ke kolam terbawah.
Ukuran model aquaponik betingkat dengan dimensi 1 meter x 5 meter yang mana kolam bawah bias di isi ikan 2500 ekor sedangkan kolam atas di isi 1250 ekor ikan. Untuk tanamannya 211 lubang tanam. Biaya dalam pembuatan aquaponik kolam betingkat ini dikisaran Rp. 6 juta sampai 8 juta dengan umur pakai kurang lebih 3 tahun.

Model aquaponik rak sayuran bertingkat


Model aquaponik rak sayuran bertingkat
Cara kerja model aquaponik rak sayuran bertingkat ini yaitu air dari bak penampungan naik ke sayuran paling atas, lalu air turun ke rak sayuran di bawah. Penanaman kedua tingkat sayuran itu menggunakan system deep flow technique ( DFT ) dengan kedalaman air 4-5 cm. Setelah itu air mengalir ke setiap pot di sekeliling bak penampungan. Terdapat sebuah lubang untuk keluarnya air di setiap pot tanam. Kemudian aliran air itu kembali ke kolam

Ukuran dan biaya pembuatannya
Model aquaponik rak sayuran bertingkat ini memiliki ukuran dengan dimensi 1 meter x 2 meter untuk populasi 500 ekor ikan dan 220-250 lubang tanam. Untuk biaya pembuatanya kurang lebih Rp. 9 juta dengan jangka waktu pakai 10 tahun.

Model aquaponik rakit apung


Model aquaponik rakit apung
Cara kerja model rakit apung ini yaitu penanaman sayuran diatas permukaan air. Akar tanaman terapung atau terendam dalam bak penampung.
Ukuran pembuatan model aquaponik rakit terapung yaitu 2 meter x 4 meter dengan populasi ikan sebanyak 4000 ekor dengan 20 lubang tanam, populasi sayuran maksimal 80% dari permukaan air. Untuk biaya pembuatan aquaponik rakit apung ini dikisaran 6 juta sampai 7 juta dengan waktu pemakaian kurang lebih 10 tahun

Itulah enam model aquaponik yang bisa anda aplikasikan sebagai penyalur hobi anda dalam budidaya tanaman maupun budidaya ikan di lahan yang sempit.
Jihan Nur Shadrina

Jihan Nur Shadrina

Blog ini di buat, copas dari beberapa sumber website muslim. Sekaligus saya belajar dan membaca dari hasil copas artikel, agar saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan lingkungan di sekitar, Semoga saya di jadikan WANITA MUSLIMAH yang bermanfaat. Aamiin.

Post A Comment:

0 comments: