Articles by "Hama Dan Penyakit"
Showing posts with label Hama Dan Penyakit. Show all posts

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih
Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih
Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:  
  • merusak perkembangan telur, larva dan pupa. 
  • menghambat pergantian kulit. 
  • mengganggu komunikasi serangga. 
  • menyebabkan serangga menolak makan. 
  • menghambat reproduksi serangga betina. 
  • mengurangi nafsu makan. 
  • memblokir kemampuan makan serangga. 
  • mengusir serangga. 
  • menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan  pestisida nabati adalah: 
  • murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. 
  • relatif aman terhadap lingkungan. 
  • tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. 
  • sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. 
  • kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. 
  • menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
 Sementara, kelemahannya adalah: 
  • daya kerjanya relatif lambat. 
  • tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. 
  • tidak tahan terhadap sinar matahari. 
  • kurang praktis. 
  • tidak tahan disimpan. 
  • kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.
Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya  berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Ekstrak bawang putih
Bahan dan Alat :
  • 85 gram bawang putih
  • 50 ml minyak sayur
  • 10 ml deterjen/sabun
  • 950 ml air
  • Alat penyaring
  • Botol
Cara Pembuatan :
  • Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.
  • Cara Penggunaan :
  • Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Ekstrak bawang putih
Bahan dan Alat :
  • 2 siung bawang putih
  • Deterjen/sabun
  • 4 cangkir air
  • Alat penumbuk/blender
  • Alat penyaring
  • Botol
Cara Pembuatan :
  • Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botol
  • Cara Penggunaan :
  • Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari
OPT Sasaran :
Cendawan

Ekstrak minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
  • 100 gram bawang putih
  • 2 sendok makan minyak sayur
  • 10.5 liter air
  • 10 ml deterjen/sabun
  • Deterjen
Cara Pembuatan :
  • Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring
  • Cara Penggunaan :
  • Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Hama kubis, belalang dan kutudaun

Minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
  • 50 ml minyak bawang putih
  • 950 ml air
  • 1 ml deterjen/sabun
Cara Pembuatan :
  • Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. Aduk
  • Cara Penggunaan :
  • Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
OPT Sasaran :
  • Ulat buah tomat
  • Ulat penggerek umbi kentang
  • Wereng padi
  • Nematoda

 

Penyakit Pepaya California - Semua usaha pasti mengalami kendala begitu juga dengan pepaya california, juga memiliki penyakit. Butuh pengalaman dan ketekunan untuk menjadi seorang petani pepaya california. Penanganan hama dan penyakit pepaya california haruslah dilakukan dengan tepat. Karena tanaman pepaya juga merupakan tanaman yang manja. Kurang air maka tidak baik, kelebihan air bisa mati itulah kenapa disebut manis manja pepaya california.
Penyakit Pepaya California
Penyakit Pepaya California
Beberapa macam penyakit pepaya california dan cara mengatasinya. Di samping itu nanti juga akan saya berikan langkah pencegahannya.
1. Kutu Putih
Kutu ini menempel pada daun dan batang pepaya california, perkembangbiakan kutu ini sangat cepat sehingga perlu penanganan yang sigap. Berikut ini adalah tanda tanda tanaman california yang terkena kutu putihJika menyerang batang maka batang akan menghitam dan jika menyerang bagian daun maka pertumbuhan akan terhambat sehingga tampak kerdil. Kutu putih perlu penanganan yang cepat agar tidak merebak, karena jika serangan menjadi maka bisa berakibat buah busuk yang berarti gagal panen.Dari satu kutu putih yang dibiarkan dalam satu minggu bisa menutupi satu daun.
 
Cara mengatasi :
  • Semprot terlebih dahulu dengan air detergen. Air detergen ini berfungsi untuk menghilangkan lilin pada kutu, setelah penyemprotan dengan detergen dan lilin pada kutu menghilang barulah disemprot dengan pestisida. Bisa memakai pestisida alami ataupun pestisida yang didapatkan di toko pertanian. Tapi sebaiknya memakai pestisida alami.
  • Untuk pestisida non alami seperti Cruracon, Bestox, Akothion, Imidor, Abuki, Marshal 200 EC, Natucide 100 EC bisa dipakai.
2. Kutu Batang (Pseudaulacapsis Papaya) 
Berbeda dengan kutu putih ada kutu batang, Ciri-ciri kutu batang ini adalah bentuk tubuhnya pipih memiliki diameter 2 – 2,5 mm, berwarna abu-abu dan membentuk sisik. Ciri pohon pepaya yang terkena serangan kutu batang adalah pohon seperti terkena lilin dan pertumbuhan menjadi sangat tidak segar. Pengobatan bsa disemprot atau diolesi dengan supracide pada batang. Bisa juga digunakan pestisida alami.
 
3. Nematoda (menyerang akar)
Nematoda pada akar pepaya california bisa menyebabkan bengkak. Nematoda ini adalah sejenis cacing yang menyerang akar pepaya. Ukurang cacing ini kecil hanya 0,25mm sampai 6mm
Ciri ciri tanaman pepaya yang terserang nematoda adalah akar membengkak dan puru. Di samping itu tanaman pepaya terlihat kekeringan seperti tidak dipupuk.
Penanggulangan bisa dengan memberi nematisida alami.
 
4. Bercak Buah
Hama dewasa ini berwarna kuning, hijau, cokelat berukuran sekitar 15 mm,  hama ini menyerang batang bagian bawah, bagian bawah daun, dan bagian tanaman dibawah buah.        Telur hama bercak buah berukuran 1,7 mm umumnya telur diletakkan di daun, buah atau bunga. Hama ini akan menyebabkan batang daun menjadi seperti mengecil dan tanaman akan mengerdil. Jika menyerang bibit, hama ini bisa mengakibatkan kematian bibit. Jika menyerang buah maka akan terdapat buah yang menghitam dan cekung.
Langkah pencegahan.
  • Jaga kebersihan tanaman dan sekitarnya dari gulma.
  • Bercak buah bisa diatasi dengan melestarikan musuh alami sehingga pemakaian pestisida bisa menyebabkan musuh alami bercak buah mati.
5. Ulat Jengkal Pepaya
Ulat ini biasanya terdapat pada pangkal batang dan sekitar buah. Ciri ciri keberadaan ulat ini adalah adanya seperti terdapat bekas luka pada batang. Bekas luka inilah yang mengakibatkan cendawan menyerang. Penangkalan ulat jengkal pepaya adalah dengan membiarkan musuh alami ulat jengkal pepaya ini tetap hidup yaitu Serangga.  Atau bisa juga anda menggunakan pestisida alami untuk menjaga terjaganya biota pepaya california.

CARA PENCEGAHAN SERANGAN CENDAWAN
Untuk langkah pencegahan terhadap serangan cendawan pastikan anda sudah membaca tentang pepaya california dalam postingan sebelumnya. Gunakanlah benih berkualitas dan beli dari sumber terpercaya.
 
Berikut ini adalah tips sukses menanam tanaman pepaya california.
  • Celupkan biji pepaya kedalam larutan kunyit putih dengan cara larutkan 1 gram tepung kunyit kedalam satu liter air. Sebelum dijadikan benih.
  • Cara lain dengan agens hayati untuk membantu menekan pantogen diantaranya Plant Growth Promoting Rhizabacteria (PGPR). jangan lakukan dua duanya sekaligus dalam satu benih pepaya.
  • Pemupukan yang berimbang, pupuk yang berimbang membantu  meningkatkan daya tahan tenaman terhadap serangan hama dan  penyakit.
  •  Pemotongan tanaman yang terserang saat udara cerah dan tidak berangin, lalu buang dan kubur dalam lubang pembuangan.
  • Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misalnya urea,  Za ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi.  Cukupi kandungan pupuk P dan K.
  • Penyiangan/sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar   kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
  • Cegah stres pada tanaman akibat pemeliharaan yang tidak  optimal, stres tersebut membuka peluang masuknya cendawan ke jaringan tanaman.
  • Melakukan aplikasi fungisida terutama yang berbahan aktif  Azoxystrobin, Benomyl, Chlorothalonil, Mancozed, Thiabendazol. Tembaga Oksikhlorida, Methyltiofanat, Carbendazim dan   Perkhloraz, penyemprotan dilakukan terutama pada waktu curah hujan tinggi frekwensi  penyemprotan lebih tinggi daripada musim kemarau, juga dapat menggunakan fungisida organik seperti Fungidor 50 EC
Demikian postingan tentang penyakit pepaya california semoga bermanfaat dan membantu. Jangan lupa dukung kami dengan klik like pada halaman kami. Terima kasih

 

Serangga Penghisap Tanaman - Pendekatan pengendalian serangga perusak tanaman (hama) seharusnya lebih kepada tata cara alami, dimana cara ini diyakini lebih beradab dan mampu menjaga ekosistem lingkungan sesuai dengan aslinya, mengenal istilah-istilah Biologi dalam perlakuan serangga hama ini juga penting.
Serangga Penghisap Tanaman
Serangga Penghisap Tanaman
Oke, berikut ini kita masih membahas tentang pengendalian serangga dengan cara yang beradap tadi, hasil pembacaan analytic kami, blog sederhana ini (menanam-tanaman - panduan singkat bercocok tanam) dikunjungi oleh berbagai Negara di dunia, seperti Amerika, Rusia, Eropha, Qatar dan Negara bagian benua amerika lainnya, dunia internasional yang kami kira sudah sangat lebih dahulu dibanding Indonesia soal tata kelola tanaman, ternyata masih membutuhkan artikel-artikel dasar tentang tanaman, kesimpulan besar yang kami dapati dari kunjungan berbagai Negara ini adalah, bahwa ternyata petani-petani di dunia luar sana (diluar indonesia) juga mengalami nasib yang sama dengan petani-petani Indonesia.

Nasib yang sama tersebut paling tidak soal mengendalikan hama dan penyakit tanaman ini, manakala Negara-negara maju sudah berdaulat dengan teknik kimiawi dalam budidaya tanaman, tampaknya mereka juga terus mengalami pertikain dengan serangga-serangga ini, pembahasan singkat kita tentang “Ramuan ampuh pengendali serangga penghisap” kali ini, kami harap turut pula membantu petani-petani kita di Negara-negara lain, sebelum kita lanjutkan ada perlunya kami memberitahukan kepada anda, bahwa “Ramuan rahasia” ini kami intip dari usaha pertanian organic yang dilakukan oleh IPO (Institute Pertanian Organik) Aie angek, kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dimana ramuan ini terlebih dahulu sudah diteliti oleh IPO dan sudah diterapkan dalam usaha pertanaman, karena kami meyakini ramuan ampuh ini bermanfaat untuk pertolongan petani-petani di belahan alam semesta ini, maka kredit penghargaan patut kita berikan kepada IPO Aie Angek, baiklah untuk mempersingkat waktu kita langsung saja kepada ramuannya.

Untuk membuat ramuan ini persiapan yang perlu dilakukan adalah ;
1. Alat-alat
Timbangan, gelas ukur, kertas label, saringan, lesung dan alu, sarung tangan, pisau, baki, baskom, ember, botol atau jeriken sebagai wadah penyimpanan.

2. Bahan-bahan
Daun durian 5 ons, daun sirsak (Annona sp) 5 ons, daun sirih (Piper bettle L) seperempat ikat, daun cengkeh (Eugenia aromatic L) 5 ons, serai harum (Cymbopogon citratus) 4 ons, daun sicerek 4 ons, daun mahoni (Switania mahoni ) 5 ons, daun kulit manis 5 ons, garam seperempat ons, urine kambing 4 liter.

3. Cara pembuatan
Semua bahan ditumbuk satu persatu, bahan-bahan yang sudah ditumbuk direndam dalam urine kambing, rendaman bahan diperas dan diambil ekstraknya, kemudian ekstrak tersebut disaring dan ditambahkan garam, berikutnya simpan dalam botol atau jeriken, jangan lupa beri label yang berisi tentang ramuan dan tanggal pembuatan.

Cara menggunakannya (aplikasi)
  • 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter, diaduk dan kemudian dimasukkan kedalam tangki sprayer.
  • Penyemprotan dilakukan pada tanaman, terutama pada bagian pucuk, kemudian bagian atas dan bawah daun.
  • Aplikasi pada tanaman ini dilakukan selama 2 kali seminggu, sampai populasi kutu penghisap dinilai tidak membahayakan lagi.
Baiklah pemirsa, demikian tadi pembahasan kita tentang ramuan ampuh pengendali serangga penghisap, jika anda berhasil mengendalikan serangga penghisap dengan menggunakan ramuan ini, dengan senang hati kami berharap, anda memberitahukan kepada petani-petani lainnya yang sedang mengalami “intimidasi sosial” oleh serangga-serangga penghisap ini, sekian dari kami, selamat mencoba.


Tanaman Bonsai - Hallo sobat semuanya kali ini saya akan membahas tentang perawatan bonsai yaitu Tips Cara Merawat Bakalan Bonsai Serut. Sekitar tahun 90-an, tanaman serut pernah sangat populersebagai bahan bonsai di Indonesia. Namun sekarang ini masih jarang serut yang tampil di tingkat nasional. Mengapa? saya sendiri juga tidak begitu tahu. Sebenarnya tanaman serut sangat banyak dijumpai di Indonesia. Selain itu perawatanya juga mudah.
Tanaman Bonsai
Tanaman Bonsai
Keunggulan lain, daun serut bisa tampil sangat kecil, perantingannya mudah serta mempunyai karakter kuat pada garis-garis ranting. Walaupun kata orang untuk membesarkan cabang agar proporsi dibutuhkan waktu yang lama, namun pada bahan serut medium tidak membutuhkan waktu yang lama. Biasanya bonsai serut ukuran medium hanya dibutuhkan waktu 3 tahun untuk menjadi bonsai jadi. Perakaran yang bagus memang sulit dijumpai pada tanaman ini. Tapi kita dapat mensiasati perakaran tersebut dengan menambah aksesoris batu atau serut yang benar-benar diatas batu.

Berikut ini adalah tips dalam perawatan bakalan bonsai serut

1. Tips untuk bakalan bonsai serut yang baru saja di dongkel dari alam.
  • Buang semua daun yang menempel pada bakalan serut.
  • Potong batang dan akar yang kurang proporsional.
  • Bersihkan dengan air sisa -sisa tanah yang menempel pada akar sampai bersih
  • Sesudah itu olesi akar yang telah dibersihkan tadi dengan perangsang akar secara merata, saya biasa menggunakan ro*tone powder
  • Siapkan media tanam yang steril dan porosus, saya biasa memakai pasir gunung yang telah saya cuci dicampur sedikit tanah lempung. Tujuan media yang porosus adalah supaya akar bisa leluasa tumbuh.(jangan mencampur pupuk dalam media , karena pupuk akan membuat media menjadi panas sehingga akar akan sulit tumbuh)
  • Tanam bakalan serut tadi dalam media yang telah dipersiapkan.
  • Setelah tanaman ditanam dalam media, sungkup tanaman dengan kantong plastik. tujuannya adalah menjaga kelembapan.
  • Setelah tanaman disungkup taruh tanaman ditempat yang teduh.
  • Buka sungkup plastik jika sudah keluar daun pada bakalan serut, berdasarkan pengalaman saya sungkup plastik dibuka setelah 2 sampai 3 mingguan.
Tanaman tetap ditaruh di tempat teduh sampai daun sudah tumbuh banyak dan cukup kuat mendapat sinar matahari.
 
2. Tips perawatan untuk bakalan serut yang sudah hidup.
  • Media tanam berupa campuran pupuk kandang, tanah merah, sekam bakar/pasir malang dengan perbandingan 1:1:1
  • Lakukan penyiraman dengan teratur dan pastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup
  • Jika media tanam dirasa sudah mengeras, ganti dengan media tanam yang baru.
Sekian artikel cara merawat bakalan bonsai serut yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.

 

OBAT HAMA PERTANIAN ALAMI - Obat-obat alami dapat dibuat sendiri dari bahan yang ada disekitar kita. Asal kita mau sedikit berkreasi, maka cara membuat obat-obatan alami tersebut tidak sulit, Walaupun ini obat alami cara penggunaannya harus bijaksana, artinya baru digunakan kalau serangan hama sudah diatas ambang batas.
OBAT HAMA PERTANIAN ALAMI
OBAT HAMA PERTANIAN ALAMI

Beberapa pengendali hama alami / pestisida nabati :
1. Ramuan obat dari daun-daun pahit (sebagai pupuk cair)
Bahan pokok :
  • Masing-masing 1 genggam.
  • Daun (kumis kucing, mangkokan, sirsat, ginseng, bunga matahari, ketepeng kebo, sampang, pace, johar, awar-awar, jenu, lerak, mindi, senggunggu, brotowali, mahoni, mimba, gadung, pepaya).
  • Bahan tambahan :
  • Kapur tohor 10 Kg, Garam dapur 1 Kg, pupuk kandang 1 zak (pupuk), kunyit 1 kg dan belerang secukupnya.
Cara membuat :
  •     Daun-daun tersebut direndam dalam drum diberi air 25 liter
  •     Masukkan garam dapur, kapur dan pupuk kandang dalam drum.
  •     Ditutup rapat, biarkan membusuk sampai 1 minggu..
  •     Kunir diparut dimasukkan dalam ember ditambah air secukupnya.
  •     Saring busukan daun dan kunir.
  •     Campurkan 1 liter larutan kunir dengan 2 liter larutan busukan daun.
  •     Perbandingan pemakaian larutan 1 liter larutan kunir, 2 liter larutan busukan daun dan 5 liter air (1:2:5).
Manfaatnya :
  •     Untuk menghalau hama tikus, wereng, walangsangit, buduk kacang dan ulat.
  •     Mencegah penyakit busuk pada tanaman pisang.
  •     Ampasnya sebagai pupuk alami

2. Bahan baku daun-daunan
  • Bahan pokok,
  • daun (kleresede, ketepeng kebo, kokro pahit, johar, kenikir londo, mahoni, brotowali).
  • Bahan tambahan :
  • Belerang 0,25 Kg, kapur tohor 0,5 Kg blek.
Cara membuatnya :
  • Semua bahan daun masing-masing 1 Kg ditambah kapur dan belerang direndam dalam drum berisi 25 liter air selama 7 hari dan ditutup rapat.
  • Setelah membusuk diaduk-aduk dan disaring. Perbandingan penggunaan larutan daun : air = 1 : 3
Manfaat :
  • Untuk mengendalikan walang sangit.
  • Untuk mengendalikan hama yang menyerang sayuran.
3. Bahan Bahan Lainnya:
Gadung 10 Kg, Jengkol 10 Kg, Buang Pinang 5 Kg, Klika Pule 5 Kg, Brotowali 5 Kg, Daun kecubung 5 Kg, Daun Johar 3 Kg, Daun kleresede 3 Kg, Kapur sirih 0,50 Kg dan Belerang secukupnya.

Cara membuatnya :
  • Semua bahan dihaluskan atau ditumbuk terus dimasukan dalam drum ditambah dengan air 2 kali adonan
  • Ditutup rapat dengan plastik selama 2 sampai 3 minggu air membusuk.
  • bila mau menggunakan disaring dicampur dengan air perbandingannya 1 : 4.
Manfaat :
  • Mengendalikan tanaman padi, palawija dan sayuran seperti hama walangsangit, wereng, ulat, kepik, banci dll.
  • Ampasnya dapat mengendalikan tikus dan sebagai pupuk alami.
  • Mengendalikan Hama Orong-orong sawah (Anjing Tanah)
Bahan : Daun pace
Cara membuat : Daun pace dirajang lembut terus diremas-remas.
Penggunaan :disebarkan ditepi pematang yang tanam padinya terserang orong-orong.

5. Mengendalikan Hama Balalang
Bahan : Albisia Buto 1 Kg, Akar Tuba 1 Kg, Klika Pule 1 Kg, Daun/Buah kecubung 0,05 Kg dan air 20 ltr.

Cara membuatnya : Semua bahan dijadikan satu lalu ditumbuk halus dan dicambur air 20 Lt. dalam tempat drum atau ember besar lalu ditutup rapat, dalam waktu 24 jam dapat digunakan dengan disaring lebih dahulu.
 
6. Bunga Kertas atau bougenvilleBahan :
    1 kg daun-daun bougenville
    1 liter susu sapi

Cara buat
Masukkan 1 kg daun bunga kertas/bougenvile taruhlah tong, masukkan air mendidih dan diamkan selama 24 jam. Tambahkan 1 liter air susu sapi rebus. Saringlah air larutan tersebut. ramuan ini sudah siap dipakai sebagai pestisida alami

Hama yang dikendalikan :
Layu pada pisang dan lada dan juga mengendalikan terjadinya penyakit pada tanaman.

8. Bahan untuk membasmi berbagai macam hama penyakit

    · Daun sirih 6 genggam
    · Belerang 1/4 kg
    · Labu siam 2 kg
    · Jinten 1/4 kg

Cara membuat :
Labu siam diparut sampai halus dan kemudian diperam. Ambil airnya. Belerang, daun sirih, jinten ditumbuk halus. Campur ketiga bahan tersebut dalam air perasan labu siam. Aduklah hingga rata. Larutan tersebut kemudian didiamkan hingga 1 minggu. Setelah 1 minggu kemudian dapat digunakan.

Penggunaan :
Campurkan larutan tersebut setiap 1 liter dengan 10 liter air dan semprotkan pada sore/pagi hari.

9. Bahannya :
    · Air leri (air cucian beras) : 1 liter
    · Mikro organisme nabati : 10 sendok makan
    · Alkohol 40 %, 70 % (air tape) : 10 (30) sendok makan
    · Cuka : 10 sendok makan
    · Gula pasir : 1 ons
    · Perasan air gadung : 10 sendok makan
    · Perasan air jahe : 10 cendok makan

Cara membuatnya :
Semua bahan dicampur jadi satu didalam tempat/jerigen, ditutup rapat selama 15 hari dan selama itu setiap pagi dan sore digojlok, agar apabila ada endapan dapat dan canpur dengan merata, setelah itu didiamkan selama 5 hari, selanjutnya sudah dapat digunakan.

Caranya penggunaannya :
Campurkan ramuan pengendalli hama nabati 1 sendok makan dengan air biasa (air bersih) 1 liter, lalu semprotkan pada tanaman (padi, palawija atau sayuran).

Catatan :
Pengendali hama nabati ini dapat dipergunakan untuk mengendalikan hama wereng , ulat, walangsangit, banci (aphid) dan serangga lain dan juga dapat berfungsi sebagai pupuk.


10. Pengendalian Hama tikus

Cara 1
Bahan : Jengkol
Caranya : Jengkol diiris-iris lalu disebarkan pada petekan tanaman yang terserang tikus, karena bau tikus pergi.
 
Cara 2
Bahan : Tepung kanji secukupnya, lombok rawit merah dihaluskan.
Caranya : Tepung kanji diberi air dan direbus, ditambah cabai yang sudah dihaluskan hingga menjadi lem encer.
Cara pemakaian :
Lem kanji dioleskan merata dalam sepotong bambu dan masukkan dalam lubang tikus, agar supaya tikus keluar masuk lewat potongan bambu tersebut, karena mata kena lem kanji yang pedas tikus menjadi buta dan mati.
 
Cara 3
Bahan : Gula Jawa / Gula Pasir
Caranya : Gula jawa diiris-iris dan dimasukkan dalam lubang tikus, sehingga apabila tikus masuk lubang dan menginjak-injak gula sampai kedalam dan kakinya tertempeli gula. Gula akan mengundang semut, karena kaki tikus ada gulanya diharapkan akan menyerang tikus beserta anak-anaknya dalam lubang.
 
Cara 4
Bahan : Kerupuk palembang
Caranya : Kerupuk yang masih renyah dihaluskan menjadi tepung. Tepung kerupuk tersebut dibuat bulatan sebesar biji kacang tanah dengan padat sekali. Bulatan diletakkan yang dilalui tikus, dan tikus akan memakannya. Reaksi bulatan kerupuk dalam perut tikus akan mengembang, sehingga perut tikus pecah dan tikus mati karena biasanya tikus setelah makan bulatan kerupuk akan merasa haus dan terus minum.

11. Kapur Mati
Campuran 20 % kapur mati dengan air dapat dipakai sebagai pestisida berbagai macam serangga hama.

12. Abu Tanaman (sekitar 60 unsur berguna, kandungan yang terbanyak adalah Kalium).Kegunaannya :
1. Mengendalikan : hama semut dan rayap.
Cara : Taburkan abu tanaman disekitar pangkal tanaman dengan tebal 3 cm.
2. Mengendalikan : hama ulat, kepik dan sekaligus sebagai penambah unsur mikro.
Cara :- 2-3 sendok makan abu dilarutkan dalam 1 liter air, saring dan semprotkan ke seluruh bagian tanaman.
- sebaiknya ditambah air seni (contoh : ternak kelinci) 5 sendok makan.

13 . Campuran Cabai dan Bawang Putih
a. Larutan cabai
Sebenarnya cabai saja (tanpa bawang putih telah dapat digunakan sebagai insektisida, caranya yaitu dengan menumbuk 1 kg cabai ke dalam 1 liter air panas. Setelah itu diaduk dan didiamkan sampai dingin.

b. Campuran cabai dan bawang putih
Segenggam air bawang putih dan segenggam cabai ditumbuk sampai halus, kemudian dilarutkan dengan 1 liter air. Larutan ini dapat digunakan untuk mengendalikan serangga pengunyah seperti : belalang, ulat, dsb. Selang waktu penyemprotan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

14. Larutan Air Seni

Air seni yang telah diencerkan dengan air dalam perbandingan 1 bagian air seni dibanding 10 sampai 15 bagian air. Penyemprotan ini digunakan untuk pencegahan segala macam hama dan penyakit, yang dilakukan dalam 10 - 15 hari sekali (atau tergantung kebutuhan).

15. Biji klerak/lerak
Cara : 3-6 biji lerak dihancurkan dan direndam dalam 1 liter air.
Fungsi : untuk ulat sayuran, semut, kumbang kelapa, dan ulat padi. Jumlah klerak dapat ditambah.

16. Daun randu/mlowo
Cara : 1 kg daun randu + 7 liter air, ditumbuk halus, dicampur, disaring (disemprotkan). Apabila terlalu kental dapat ditambahkan air.
Fungsi : Untuk ulat sayuran (sawi dan kobis)

17. Insektisida dari TembakauTanaman tembakau yang masih muda kadar nikotinnya lebih banyak di bagian akarnya, sedang untuk tanaman yang cukup tua pada bagian daun yang telah tua.

a. Insektisida dari Daun Tembakau
Insektisida tembakau ini biasanya digunakan untuk mengenda-likan ulat, belalang, dan kepik.
 
Cara pembuatan :Daun tembakau yang cukup tua sebanyak 5-6 lembar direndam dalam 1 liter air panas (tidak diajurkan yang sudah rajangan. Kemudian didiamkan selama beberapa malam, disaring dan siap disemprotkan. Dapat juga ditambahkan 5 butir lerak.

Penggunaan : Larutan tembakau 3 - 6 sendok makan dilarutkan dalam 1 liter air dan disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Digunakan untuk mengendalikan walangsangit yang belum dewasa, ulat sayuran, dan semut.

b. Insektisida Puntung Rokok
Caranya, 10 butir puntung rokok (kalau bisa tanpa gabus) direndam dalam 1 liter air panas. Diamkan selama beberapa malam, kemudian disaring. Penyemprotan diarahkan ke bagian bawah daun tanaman.

18. Insektisida Ubi Gadung
Cara pembuatan : Ubi gadung 1 kg dan labu siam 1 kg diparut, dicampur, diperas dan disaring.
Penggunaan : Ekstrak sebanyak 3 - 6 sendok makan dilarutkan dalam 1 liter air dan disemprotkan ke seluruh bagian tanaman.

19. Minyak Tanah dan Sabun untuk Lalat BuahBahan : Minyak Tanah, sabun dan air
Cara membuat : Campurkan 1 sendok makan sabun dengan ¼ sendok makan minyak tanah dengan 1 liter air
Kegunaan : untuk mengendalikan lalat buah, kumbang dll)
Pengunaan : semprotkan larutan keseluruh bagian tanaman (terutama pada buah)

20. Pengendali ulat dan walang sangitBahan : Gadung 2 kg, jengkol 1 kg dan tembakau 1 kg
Cara membuat : Ditumbuk halus (di blender), setelah berbentuk pasta campurkan 3 liter air, 1ons gula pasir dan 1 liter EM4 (mikroorganisme). Larutan diiamkan selam 7 hari
Pengunaan : Penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari. Efek pestisida lambat (penurunan populasi menurun setelah 2-3 hari).

21. Obat untuk Belalang dan UlatBahan : 1. daun sirsat 50 helai, 2. tembakau 1 genggam, 3. Air 20 liter, 4. Detergen 20 gr
Cara :1. Bahan ditumbuk, 2. Bahan dicampur air, 3. Kemudian diendapkan semalam

Penggunaan :1 liter saringan dilarutkan dalam 15 liter air

22. Hama Trips

Menyerang pagi dan sore hari. Berkembang 2-3 minggu. Bagian yang diserang biasanya tunas yang masih kuncup (dan juga buah dan bunga).
Bahan : Daun sirsat 50-100 helai
Cara : 1. Bahan ditumbuk kemudian ditambah air 5 liter, 2. Kemudian diendapkan semalam, 3. Disaring
Penggunaan : 1 liter saringan dilarutkan dalam 10 liter air


CaraMembasmi Hama Keong Mas di Sawah - Musim tanam sedang berjalan, tetapi para petani sedang di bingungkan dengan banyaknya bermunculan keong-keong berbentuk mas (keong mas) yang memakan tanaman padi yang masih muda. Mereka bingung bagaimana cara memberantas hama keong mas.
CaraMembasmi Hama Keong Mas di Sawah
CaraMembasmi Hama Keong Mas di Sawah

Dibawah ini akan di bahas langkah-langkah membasmi hama keong emas dan cara menghindari agar tidak terserang hama keong emas.

Membasmi hama keong mas:
  1. Dengan memberi kapur. Pemberian kapur untuk membasmi keong sangat mudah caranya, yakni dengan cara menaruh kapur bangunan ke dalam areal persawahan kurang lebih dalam jarak 2-3 meter satu bungkus kapur bangunan. Dan Kapur ini tidak menganggu tanaman.
  2. Membasmi benih keong mas. benih atau telur keong emas berwarna merah dan jumlahnya sangat banyak. Jika kita menemukan telur ini di sekitar sawah anda segera hancurkan dengan menggunakan tangan.
  3. Dengan memberi  pestisida. pemberian pestisida untuk keong juga efektif mengancurkan keong yang sudah merambah areal persawahan. Pestisida ini sebaiknya mengandung bahan aktif niclos amida.
Cara agar terhindar dari hama keong:
  • Setelah ditanami lahan persawahan sebaiknya di keringkan, karena keong emas tidak suka dengan lahan kering, keong emas sukanya hidup di tempat yang banyak airnya.
  • Punguti keong secara berkala, kurang lebih tiga kali dalam seminggu.
  • Memberi sarang pada lubangan air masuk. Tujuannya agar keong dai sawah tetangga tidak masuk  ke sawah kita.
  • Memberi pakan berupa daun pepaya atau daun singkong. Keong emas sangat suka daun ini, jika daun ini di taruh di areal perawahan yang banyak keongnya otomatis keong tersebut akan memakan daun pepaya atau daun singkong tersebut, dan tidak memakan tumbuhan padi yang masih muda itu. Disamping itu juga gampang dalam memungutnya, karena keong emas tersebut mengumpul di tempat tersebut.
Demikian beberapa solusi dalam memasmi keong emas, semoga bermanfaat. Amin.


Cara Membasmi Hama Wereng - Hama wereng akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat, karena hampir sebagian lahan mereka terserang hama ini. Hama ini sangat membahayakan tanaman. Khususnya tanaman padi apalagi kalau sudah menjelang panen. Karena biasanya hama ini menyerang tanaman padi yang siap panen. Dan efeknya pun sangat berbahaya yakni tanaman padi yang siap di panen itu menjadi gosong atau terbakar jika sudah terkena hama wereng, dan padi nya pun menjadi tidak terisi gabug (jawa).
Dibawah ini ada tips agar tanaman kita tidak di serang hama wereng.
Cara Membasmi Hama Wereng
Cara Membasmi Hama Wereng
Cara Membasmi Hama Wereng
Cara Membasmi Hama Wereng
  1. Gunakan Pestisida. Untuk mengusir hama wereng gunakan pestisida yang banyak tersedia di toko pertanian di sekitar anda.
  2. Gunakan Pestisida Alami. Alternatif lain dalam mengusir hama wereng adalah dengan cara membuat pestisida alami, yakni pestisida yang dibuat sendiri oleh kita. Contoh penggunaan pestisida alami adalah Membuat pestisida lamai dengan menggunakan biji mahoni dan biji atau daun sirsak. Cara nya adalah Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya disaing dengan kain halus dan siap diaplikasikan. Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 15 liter air, kemudian disemprotkan merata ke bagian bawah tanaman padi.
Selain dengan cara di atas juga ada cara yang alami lagi yakni dengan cara buah kecubung dua butir dan akar jenu/tuba  1 kg dan air 1 liter. Caranya ketiga bahan tersebut di campur jadi satu dan ditumbuk dan diaduk di seduh hingga mendidih. Dinginkan dan kemudian airnya di saring. Bahan siap digunakan dengan mencampurkan 16 liter air.

Membuat perangkap lalat buah - Ketika kita ingin makan buah dan begitu buah dibuka didalamnya ada maggot/larva mirip ulat yang bergerak gerak, rasa geli atau jijik pasti muncul. Dan yang jelas pasti rasa kecewa yang muncul karena buah yang sudah dibayangkan kenikmatannya ternyata sudah tidak bisa dimakan.
Membuat perangkap lalat buah
Membuat perangkap lalat buah
Atau ketika kita tanaman kita berbuah, kemudian buah yang kita harapkan ternyata busuk dan rontok, betapa kita jengkel dan kecewa.

Begitu juga saya, saya juga merasakan hal yang sama. Beberapa waktu yang lalu ketika putsa / apel india saya berbuah, ketika saya petik dan coba gigit ternyata didalamnya ada beberapa maggot yang bergerak gerak. Hiii..rasanya jijik sekali.
 
Membuat perangkap lalat buah
Membuat perangkap lalat buah

Dan sekarang terulang lagi pada pohon cabai saya. Buah cabai yang begitu lebat ternyata banyak yang rontok dan ketika saya buka ternyata didalamnya juga banyak maggot kecil2.

Setelah saya cari info dari beberapa sumber ternyata kemungkinan biangnya si “Lalat Buah” yaitu makhluk yang sangat jarang penampakannya tapi cukup terasa dampaknya.  Akhirnya saya berpikir si biang masalah ini harus diatasi. Mau coba pakai lem serangga ternyata di toko pertanian tidak ada. Tapi saya malah dapat petrogenol yaitu zat cair yang berfungsi menarik lalat buah jantan karena aromanya seperti bau lalat buah betina yang lagi birahi. Harganya juga jauh lebih murah daripada lem serangga saya beli seharga Rp.7500 ukuran 5 ml.


 
Membuat perangkap lalat buah
Hasil tangkapan 1/2 jam pertama
Akhirnya saya buatlah perangkap lalat buah tersebut dan perangkap saya gantungkan di ranting pohon putsa saya. Hasilnya dalam waktu1 jam setelah pemasangan sudah 8 ekor lalat buah yang terperangkap, padahal ukuran pekarangan saya luasnya hanya 60 m2 dan sudah dikelilingi pagar tembok setinggi 2.5 m. Dan sorenya (8 jam setelah pemasangan) sudah tertangkap 28 ekor lalat buah. Hari keduanya tertangkap 26 ekor lalat buah.  Dan ini sungguh hasil yang mengagetkan buat saya. Pantas saja kalau tanaman putsa dan cabai saya banyak yang rontok dan busuk. Semoga saja dengan terperangkapnya lalat buah jantan ini lalat betinanya nggak ada yang ngawinin, jadinya mandul dan tidak bisa berkembang biak. Dan yang paling penting tanaman saya aman dari gangguannya.

Eh iya..mau tahu cara buatnya? Caranya mudah dan bahannya murah kok.

Untuk bahan yang kita perlukan :
  • botol plastic bekas air mineral,
  • kawat,
  • kapas/kain,
  • petrogenol
  • paku untuk melubangi botol.
  • Air
Caranya :
  • Lubangi samping botol ukuran lalat buah bisa masuk dengan paku yang dipanasin.
  • Lubangi tengah tutup botol untuk memasukkan kawat
  • Lilit kapas/kain dengan kawat, buat simpul disekitar lubang tutup botol agar botol tidak melorot.
 Membuat perangkap lalat buah
  • Tekuk ujung kawat yang diluar botol untuk pengait.
  • Isi botol dengan air sampai seperempat bagian.
  • Masukkan kapas/kain yang sudah dililit kawat dan sudah diolesi petrogenol ke dalam botol. Ingat!! Kapas jangan sampai menyentuh air.
 Membuat perangkap lalat buah
  • Gantung perangkap di daerah yang dianggap banyak populasi lalat buahnya.
  • Olesi/tetesi lagi kapas dengan petrogenol setiap 5 hari – seminggu sekali.